Perhatikan Hal Ini Sebelum Melakukan Terapi Bekam


Ketika badan sakit, ada yang mengatasinya dengan cara meminum obat, ada pula yang menggunakan teknik tradisional. Seperti yang sering saya lakukan di kost-kost an bersama teman, ketika sakit datang secara tiba-tiba, misalnya masuk angin, maka tanpa pikir panjang saya lebih meilih alternatif dengan cara bekam. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika melakukan bekam ini.

Pastikan kita sedang nggak dalam kondisi lemah, periksa tekanan darah terlebih dahulu, 80 mmHg adalah ukuran minimal kita boleh melakukan bekam. Bekam mengharuskan pasiennya memiliki kondisi fisik yang nggak lemah. Meskipun sedang nggak sehat, tekanan darah nggak boleh kurang dari 80 mmHg. Kondisi yang lemah dan kelelahan berat akan menyebabkan risiko shock dan pingsan. Karenanya, terapi bekam sangat nggak dianjurkan bagi pasien lansia dan anak-anak di bawah usia 3 tahun yang relatif lemah fisiknya.

Jangan lakukan terapi bekam jika kamu menderita penyakit serius yang berisiko terhadap kesehatan. Baiknya kita menghindari terapi bekam jika kita punya riwayat penyakit yang sensitif terhadap luka kulit, punya penyakit menular atau penyakit terkait darah lainnya. Contohnya anemia, jantung, diabetes, hepatitis, penyakit kulit, AIDS, dan penyakit berisiko lainnya. Penyakit-penyakit ini dikhawatirkan akan memperparah kesehatan dan menular ke terapis atau pasien lain lewat darah ataupun alat yang digunakan untuk membekam.

Perhatikan kondisi perut agar nggak kelaparan, kehausan atau kekenyangan sebelum dan setelah bekam. Pada pasien yang kondisi tubuhnya sedang kurang sehat, puasa justru bisa membahayakan. Puasa dalam hal ini maksudnya adalah makan dan minum secukupnya 2 jam sebelum berbekam, dalam waktu tersebut diharapkan proses pencernaan makanan telah selesai, sehingga bisa memperkecil risiko pingsan akibat bekam.

Demikian hal-hal yang perlu kita perhatikan sebelum melakukan terapi bekam.




SHARE

Halabiyu

Medianya Urang Halabiyu

  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar