Unik! Di Bulgaria Ada Tradisi Pasar Jodoh


Pasar, identik dengan tempat jual beli barang. Namun tahukah anda bahwa di berbagai belahan dunia terdapat tradisi pasar jodoh. Pasar jodoh ini kesannya lebih mirip dnegan tempat bursa lowongan kerja dimana para pencari kerja berkumpul, namun pasar jodoh adalah tempat dimana bertemunya pria dan wanita yang berstatus masih single, atau yang mau mencari jodohnya.

Di beberapa tempat, pasar jodoh mengambil bentuk yang lebih modern, melibatkan biro jodoh atau bahkan pialang. Apapun bentuknya, pasar jodoh akan selalu menjadi tradisi unik yang mungkin bakal bertahan hingga abad berganti. Karena meskipun zaman sudah bergeser ke era digital, mencari jodoh tetap menjadi perkara pelik bagi banyak orang.

Bulgaria merupakan salah satu negara di barat yang masih mengenal tradisi pasar jodoh atau pasar mempelai. Ini adalah wadah di mana para pemuda dan pemudi keturunan Rom (gipsi) berkumpul di sebuah ruangan terbuka untuk mendapatkan cinta.

Bursa pencarian jodoh dilangsungkan di Stara Zagora, Bulgaria empat kali dalam setahun. Di sini para pemuda Rom yang berasal dari kelas pekerja bertemu, berdansa, dan mencoba untuk saling memikat, kadang ditemani oleh orangtua masing-masing. Tujuan utama mereka adalah menegosiasikan perjodohan yang bakal menguntungkan bagi kedua belah pihak.


Mereka yang berkumpul di Stara Zagora saat festival mempelai dilangsungkan adalah bagian dari komunitas Kalaidzhi, keturunan imigran Rom yang mencari nafkah sebagai pengrajin tembaga. 18.000 Rom Kalaidzhi dikenal sebagai golongan ekonomi bawah yang tinggal di daerah-daerah kumuh. Karena itu, mendapatkan jodoh dengan harga yang pantas dianggap lebih penting daripada sekadar cinta.

Dilansir dari Vocativ, seorang pemuda atau duda bisa mendapatkan istri perawan dengan mahar sekitar 9.000 lev. Gadis-gadis berkulit terang, berambut pirang, dan bermata biru dianggap lebih atraktif dan bisa mendapatkan jodoh yang lebih layak.



Bagaimana apakah anda tertarik mau ke pasar jodoh ini?
SHARE

Halabiyu

Medianya Urang Halabiyu

  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar