Program Desa Bebas Api dari APRIL Indonesia Mampu Menekan Kebakaran Pada 2017


APRIL Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan kertas pulp dan berlokasi di Riau. Dalam perkembangannya, APRIL Indonesia melihat bahwasanya di sekitar pabrik mereka yakni di Riau tersebut terdapat kondisi yang begitu memprihatinkan berupa tingginya angka kebakaran hutan. Berangkat dari komitmen APRIL yang ingin mengembangkan suatu industri yang tidak hanya untuk kepentingan bisnis belaka namun juga harus menebar manfaat sebanyak-banyaknya, maka APRIL Pulp pun meluncurkan program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) pada tahun 2014. 

Program Desa Bebas Api ini diperuntukkan untuk membantu program pemerintah dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan yang kian parah dari tahun ke tahun hingga membawa dampak buruk bagi kesehatan, sosial, ekonomi, bahkan hubungan bilateral dengan negara tetangga. Untuk mengatasi hal tersebut maka tercetuslah ide APRIL untuk merealisasikan FFVP ini guna meminimalisir zona api hingga ke titik nol api. 

Dalam program Desa Bebas Api ini, APRIL menggandeng masyarakat sekitar untuk terjun langsung dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan, sehingga terdapat sinergi yang kuat dari kedua belah pihak. APRIL Indonesia menilai kebakaran hutan di Riau utamanya disebabkan oleh adanya praktik membakar hutan guna membuka lahan baru untuk pertanian ataupun perkebunan. Ironisnya, pembakaran hutan untuk membuka lahan itu tidak disertai rencana yang matang sehingga menimbulkan kebakaran hutan yang tidak terkendali. Akibatnya hutan pun menjadi rusak dan udara sekitar tercemar kabut asap. 

Hal ini sangat memprihatinkan dan harus segera dihentikan. Oleh karena itu APRIL merilis program desa bebas api yang terdiri dari beberapa kegiatan utama yakni : reward and incentive, crew leader, agricultural assistant, monitoring haze, and socialization. 

Mula – mula APRIL Indonesia melakukan sosialisasi terkait pentingnya menjaga hutan dan mencegah praktik pembakaran hutan beserta dampak negatif dari membakar hutan itu sendiri. Selanjutnya dipilihlah satu orang perwakilan dari tiap desa untuk melakukan patroli apakah masih terjadi kebakaran hutan atau tidak diwilayahnya. Desa yang mampu mencapai target 0 persen api akan mendapat bantuan sebesar 100 juta rupiah guna membangun infrastruktur wilayahnya, sedangkan yang masih memiliki titik api hanya diberi 50 juta rupiah. Selanjutnya, APRIL juga melakukan monitoring asap secara berkala untuk memantau titik – titik rawan api. Kemudian, APRIL juga melakukan pendampingan dalam bidang pertanian untuk masyarakat desa di sekitar pabrik sehingga mereka dapat melakukan usaha pertanian yang aman untuk lingkungan namun tetap memperoleh hasil yang maksimal. 

Dengan adanya kegiatan – kegiatan dalam program desa bebas api yang terlaksana dengan baik, kini hasilnya terlihat sangat signifikan. Mula-mula dari 4 desa yang dinyatakan bebas api pada awal peluncurannya, kini data terakhir yang diperoleh pada 2017 lalu menunjukkan bahwa desa bebas api teah mencapai 18 desa dengan tingkat penurunan titik api mencapai lebih dari 90 persen. 

Selain menurunnya tingkat kebakaran hutan, desa –desa tersebut juga merasakan manfaat lain yakni perbaikan infrastruktur desa berkat bantuan APRIL. Dengan demikian mereka bisa menikmati desa bebas api lengkap dengan kondisi infrastruktur yang makin baik dari hari ke hari. 
SHARE

Halabiyu

Medianya Urang Halabiyu

  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar